Saturday, September 15, 2012

Tunggu Aku di Surga


                                                          "Tunggu Aku di Surga"

Hari ini adalah hari yang menegangkan bagiku.,,
Jam tiga belas alias jam satu siang nanti aku akan menerima hasil belajarku selama 6 tahun di bangku SD tercinta ini..,,
Tettt Toottttttt…,!!!!!!
Waow..,,keras sekali…,?!
Bel telah berbunyi.,, pertanda Q dan kawan-kawanku harus masuk kelas untuk menerima amplop kecil berwarna putih yang akan menentukan masa depanku LULUS/TIDAK LULUS (maklumlah anak SD jadi bloem canggih seperti anak-anak SMP or SMA)..,
Asyiiiikkkkkk…..??!!!!!!! Teriak Zicyi., namanya sich zicyi,, tapi dia sukanya di panggil zosyi,., biar gaul katanya.,? Hehehe ana-ana bae..,,
Ada apa zossy..,??? Tanya diana.
Q lulus.,,!!!! Jawab zosyi.
Lho..,, katakana gak boleh membuka amplop ini di kelas.., kita baru boleh membukanya waktu di rumah..?? Celetuk eka.
Ea sie Q tau.., Tapi Q dah penasaran bangeeettt. Jawab zosyi lagi,.
Setelah itu kami semuapun nekat membuka amplop kami di dalam kelas..,
Tanpa di komando.,, kami semua serempak berteriak LULUUUUUUUUUUUSSSSSSSSSS…..,,!!!!!!!!! Kayak regu kur saat upacara hari senin di lapangan. hehehee
Saat ini adalah saat-saat yang membahagiakan bagi kami.,
Kamipun pulang dengan hati yang sangat gembira.
                                                ................................................................................

Hari berikutnya Q bersama ayahku pergi ke sebuah pesantren yang jaraknya tidak jauh dari tempat tinggalku.,,
Mobil avansa berwarna silver mengantarkanku sampai depan gerbang yang bertuliskan “Pondok Pesantren Darussalam” jantungku berdetak tak karuan.,, sebentar lagi aku akan menempati tempat ini.,,
Aku akan berpisah dengan kedua orang tuaku dan adik kecilku yang masih berusia 6 tahun.
Assalamualaikum.., salam ayah di depan pintu rumah bapak kiyai.,,
Waalaikumsalam.., jawab seorang laki-laki paruh baya dari dalam rumah. Dia adalah kiyai Kamaluddin pengasuh pondok pesantren putra putri Darussalam.
Oohh.., silahkan masuk pak.., Kiyai Kamalluddin mempersilahkan kami masuk., dan kamipun masuk kerumah beliau.
 Kamipun duduk tak jauh dari tempat duduk kiyai Kamaluddin. Bapak dan yai Kamal sudah terlibat dalam diskusi dan diselingi canda tawa. Aku hanya bisa mendengarkan percakapan beliau.,, (makluuumm masih ingusan..,?! Heee...,). Di sela-sela percakapan itu bapakku berkata,
Begini pak.., maksut kedatangan saya kemari, saya ingin menitipkan putri saya supaya dia bisa belajar mengaji da eastern ini., atur bapak kepada kiyai Kamaluddin.
Ow.,, kamu mau di pesantren nduk..,?? Tanya kiyai Kamalluddin padaku.
Iya pak.. Jawabku lirih sambil menundukkan mukaku. (bukannya takut…, tapi takdzim) hehehe
Namamu siapa nduk..?
Nama saya Azza pak.,,  Jawabku.
Benar kamu dah siap mau mondok di sini…?? Tanya beliau lagi.
InsyaAllah pak.., jawabku lagi.
Setelah itu pak yai kedalam entah apa yang beliau lakukan tapi sesaat kemudian terdengar suara bel Teeeeeetttttttttttttt…!!! Dan seorang santri putra pun datang menghampiri beliau.
Entah apa yang beliau katakan pada santri itu, aku tak bisa mendengarnya dengan jelas. Setelah kang santri tersebut pergi meninggalkan pak yai.,, sesaat kemudian Terdengar suara bel lagi.,, kali ini tidak hanya satu tapi dua.
Kemudian pakyai menghampiri kami dan tak lama kemudian ada dua mbk santri yang menyuguhkan dua minuman kepada kami.., ternyata dua bel tadi adalah bel yang mengisyaratkan bahwa ada dua tamu yang harus disuguhi minuman.
Assalamualaikum.., salam itu Terdengar saat pak yai dan bapakku berbincang-bincang.
Waalaikumsalam.., Masuk nang.., Ucap pakyai.,
Pria berbadan kecil Berrambut kriting tapi di tutupi dengan topiah itu mendekat.,
Begini nang.., ini kita kedatangan tamu dari desa sebelah., dia mau tholabul ilmu di sini., tolong diurus ea..,? Perintah pak yai kepada pemuda itu.
Innjiiihh bah.., Jawab laki-laki kriting itu yang tidak lain adalah sekertaris pesantren.
..................
Setelah pendataan selesai bapak mohon pamit dan mulai hari itu aku sudah resmi mejadi bagian dari pondok pesantren putra putri Darussalam alias menjadi santri.,, cexcexcex.., “gue jadi santri” hehehe
Setelah ayahku pulang aku langsung di antar ke kamar di mana kamar itu nantinya akan menjadi tempat aku tidur dan tempat segalanya. Kebetulan tetangga desaku ada yang nyantri di situ sehingga aku di tempatkan sekamar dengannya.
Dek azZa., ini adalah kamarmu dan aku., Ucap mbk syanthi padaku. (kayak istrinya Anang ea.,, heee. Tapi yang ini bukan Asyanthi namanya adalah susanthi tapi biasa di panggil mbk Syanthi. Sedikit bocoran., orangnya cantik lho..,?!) Heee
Ea mbk.., Jawabku.
Kenalkan ini mbk Nurma., dia juga satu kamar ma kita.,?! Lanjut mbk Syanthi memperkenalkan temannya yang memang sejak tadi menunggu kedatanganku ke kamar.
Ea., namaku nurma., kamu bisa memanggilku dengan mbk Nurma atau mbk Nur saja..,?! Ucap mbk Nurma sambil menjulurkan tangannya untuk berkenalan.
Nama aku AzZa mbk.., Aqila Zayyinatul Aulia. lanjutku
Setelah selesai menata baju kami bergegas untuk melaksanakan shalat dhuhur berjamaah karena adzan dhuhur telah berkumandang.
Waktu menunjukkan pukul empat belas alias pukul dua.,, J Lagi-lagi aku mendengar bel berbunyi., kali ini bukan bel yang kemaren aku dengar tapi suaranya lain lagi. Kalau kemaren suaranya “Teeeeeeeetttttttt” sekarang “Ngiiiiiiuuuuuuuuu iiiiiuuuuu” kayak mobil ambulan..?! Hehehe
Ops…,?! Ternnyata itu adalah bel pertanda kita harus melaksanakan kewajiban kita sebagai seorang santri., yaitu sekolah sore or scol diniyah. Gak tau ahh basa gaulnya apa…?! Hehehe
Za., kamu ikut sekolah di kelas aku ea..,? Kebetulan aku baru kelas satu diniyah..?! Ajak mbk nurma.
Oh ea mbk.,, Tapi apa saja yang harus aku bawa mbk..,? Tanyaku.
Heheee.., kamu bawa buku tulis saja., kamukan belum punya kitab.,?! Jawab mbk nurma.
Uxey dech mbk.,.?!
Kamipun bergegas berangkat sekolah diniyah yang letaknya berimpitan dengan aula tempat santri putri melaksanakan sholat.
Hari ini adalah hari pertama aku sekolah diniyah., rasa takut dan cemas serta was-was berkecamuk dalam dadaku. Takut karena belum tau apa-apa., cemas kalau aku tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik karena baru pertama., was-was jikalau nanti di tinggal mbk nurma karena aku belum kenal dengan mbk-mbk yang lain.
Sesampai di dalam kelas mbk nurma melangkahkan kakinya seraya megabit posisi tempat duduk dekat jendela., akupun mengkuti langkah mbk nurma.
Suasana kelas menjadi ramai ketika aku dan mbk nurma sampai di kelas.
Nur.,?! Tanya santri putra yang duduk sejajar dengan bangku kami.
Nurma..! Getaknya kembali karena mbk nurma tak mengubris panggilan kang santri terse but.
Apa sie rik..?! Akhirnya  mbk nurma Manawa.
Siapa tuu…? Tanya cowok tampan berkulit putih berbaju putih dan bersarung kotak-kotak itu sambil melirikku.
Siapa..,?
Itu tu sampingmu..?
Ooo.., kenalan sendiri donk.
Malu..,?! Hehehhe
Ea udah..?! Jawab mbk nurma ketus.
Aku yang merasa menjadi objek pembicaraan mereka hanya bisa diam.
Sejenak hirup pikuk ramainya para santri itu di akhiri dengan berdoa bersama sebelum mereka memulai pelajaran. Memang sie belum banyak yang datang., tapi kalau nunggu yang lain ntar malah kedahuluan ustadznya..,?! L
Kalamun qodimulaa yumaluu sama’uhuuu tanazza ha’an qoulin wa fi’lin waniati., bihi astahgfiminkullida in wa nuruhuu dalilun liqolbi in dhajahli wa khairati. Fayarobbi bima ti’ni bisirri khurufihi wa nawwir bihi qolbi wa sam‘I wa muqlati….,,
Aku hanya bisa diam dan mendengarkan karena baru per tama kali aku mendengar doa itu.
Selesai berdo’a., meraka kembali sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Ada yang hafalan., nadhoman., ngosip., curhat dan segala macam.
Satu santri putra masuk dengan mententeng kitab di tangannya. Dia kaget ketika melihat aku yang duduk tidak jauh dari tempat ia duduk. Dia terus memandangi aku., aku diam seribu bahasa dan pura-pura tidak tau kalau dia memandangku.
Hiruk pikuk ramai itupun seketika berhenti serentak tanpa di komando (diaaammm graakk…!!!, kayak upacara bendera saja., hehehe J), setelah seorang santri dewasa masuk kelas.
Ops..,!! Ternyata dia ustadz. Pelajaranpun di mulai., tapi cowok yang tadi mandangin aku belum melepas pandangannya dariku.
Gus Ali..?! Tiba-tiba ustadz memanggil seseorang.
Iii iiaa ustadz..?? Jawab cowok itu terbata-bata.
Semua santri memandang ke arahnya termasuk aku.
Sedang melihat apa Gus..?? Tanya ustadz kepada cowok itu lagi.
Eee..,, anuu ustadz..?
Apaaa….??
Nggaaakk...,, Nggak liat apa-apa.
Dan saat itu pula semua santri tertawa berbahak-bahak sambil melihatku dan gus Ali (jadi nama dia adalah gus Ali., dia keponakan pak kiyai rumahnya tepat di samping rumah pak yai) tanpa ada satu santripun yang tidak tertawa kecuali aku. Karena aku malu., mukaku memerah, dadaku panas dan deg-degan. Entah orang lain tahu apa tidak dengan apa yang aku alami.
Sore itu pelajaran usai jam empat., kami semua pulang kekamar kami masing-masing lalu bergegas melaksanakan shalat ashar berjamaah,. Karena setelah itu masih ada banyak rangkaian kewajiban kita sebagai seorang santri.
Pagi harinya aku berangkat sekolah formal yang memang milik yayasan pontren. Aku seneng karena aku sudah punya teman satu angkatan yang kebetulan kamarnya tepat di depan kamarku. Namanya Liana., dia baik bangeett.,, semalam aku di kenalkan oleh mbk nurma pada liana karena liana yang lebih dulu masuk pontren.
Waktunya istirahat., Lin., kita pulang ke pondok aja yuck..??  Ajakku pada liana.
Ntar aja lah say.., lw dah jam istirahat kedua sekalian jamaah dhuhur. Jawab liana.
Uxey dech..?! Kalo gitu kita keluar yuck..??
Yukk..,
Belum sempat kita melangkah., kita berdua kaget karena ada gus ali dan teman-temannya menghampiri kami.
Namamu AzZa..? Tanya gus ali padaku.
Iii iiiiaa gus..?? Jawabku sambil berbata-bata.
Kenapa..?
Kenapa apanya gus..?
Kok  jawabnya terbata-bata..,?
Heee gak apa-apa gus.., ada apa ea gus..?
Oh gak ada apa-apa., cuma mau lihat kamu.
Kayak artis saja gus..?
Iya., kamu memang bagai artis dalam Hidupku yang mampu membuatku terpana.
Heee., gus ali ada-ada aja..,?! Seluruh badanku terasa panas karena ucapan gus Ali, tapi setenang mungkin aku berusaha mengyembunyikannya agar gus ali gak tau apa yang aku alami.
Kamu tahu namaku..?
Lho., kemarenkan ustadz memanggil sampean dengan nama itu..,
Oh iya ea..,? Lupa..?! Heee
Setelah perkenalan itu kami berbincang-bincang sebentar dan tak terasa Teeeetttt teeetttttt……….!!!!!! Bel berbunyi pertanda sudah harus masuk kelas.
Ea udah., aku ke kelas dulu ea..?
Ea gus..  Jawabku
Yaahhh gak jadi keluar dech.,?! Malah kenalan., gue di cuekin lagi..,?! Celetuk liana ketus.?!
Iya ea.., maaf.,?? rintihku
Gak pa-pa., hehhehe. Cieeee….. Yang di taksir gus..??
Apa sich..?? Jawabku malu.
                                                            ..............................................

Tak terasa aku sudah hampir setengah tahun berada di pesantren. Aku merasa dunia pesantren memang benar-benar sudah masuk dalam jiwa dan ragaku.
Zaa., dapet salam dari riki., ujar mbk nurma tiba-tiba.
Haaa.,?? Jawabku sambil bengong.
Biasa aja kaleeee..,!! Semprot mbk nurma.
Bukannya gitu mbk., cuma aku bingung aja.
Bingung kenapa.,? Hazoo jangan-jangan kamu juga naksir ma dia ea.,?
Nggak sich mbk., gini ea mbk. Setahuku dia kan masih SD kelas 6 kok berani ngirim salam buat aku yang lebih dewasa daripada dia. Jawabku sambil memperagakan kedua tanganku mengikuti alur bicaraku.
Hemm.., kamu salah Zaa. Dia seumuran ma kamu kok.,?! Jelas mbk nurma membela.
Yang bener aja mbk., gimana ceritanya..,?? Sahutku tak mau kalah.
Gini nie ceritanya. Dulu si riki itu sekolah di MI., tapi orang tuanya gak setuju ea udah saat kelas dua dia di pindah ke SD dan terpaksa harus mengulang. Ujar mbk nurma.
Ooo., ooo.., jawabku sambil manggut-manggut.
Azow kita berangkat sekolah sore., ntar letat malah kena hukuman. Ajak mbak nurma.
Azow..,?!
Kami berduapun langsung bergegas keluar kamar menuju ke kelas tercinta yang sudah banyak santri-santri menunggu dan seperti biasa mereka sibuk dengan urusan masing-masing. (kebanyakan sie ngerumpi.,, hehehe).
Kala itu adalah kala pertama aku melihat gus ali datang sebelum aku datang. Biasanya gus ali selalu datang sesudah aku datang. Seperti biasa dia duduk bertepatan dengan tempat aku duduk, tetapi bedanya kalau kemarin-kemarin duduknya agak jauh dariku., sekarang ini lebih  dekat. Hatiku deg-degan tak karuan., tapi aku berusaha menutupi semua itu dengan bersikap cuek dan biasa-biasa saja.
Zaa., ?! panggil gus ali.
Aku diam pura-pura tak mendengar panggilan gus ali. Gus ali berualang-ulang memanggilku tapi aku tetap saja diam. Akhirnya mbk nurma mencubitku karena geram dengan aku yang dari tadi tidak mendengarkan panggilan gus ali.
Auuuuuuu…?!!! Aku refleks dari cubitan mbk nurma. Seketika itu, semua santri terdiam dan langsung memandang ketempat dudukku. Tetapi sesaat kemudian mereka kembali dengan aktifitasnya. Mukaku merah padam  malu dan merasa bersalah karena telah mengganggu mereka. Mbak nurma yang melihat ekspresiku menertawakanku.
Sampean sie mbak.., akukan jadi reflek..?! Sentakku pelan.
Abis aku gemes ma kamu., dari tadi gus ali tu manggilin kamu tapi kamu diam saja pura-pura gak dengar..?! Sentak mbk nurma tak mau kalah. Tapi aku balas dengan senyum kecil.
Di tengah riuk pikuk ramainya para santri gus ali kembali memangilku, kali ini aku menoleh karena takut di cubit mbk nurma lagi (bukan takut di cubit sie..,, tapi takut akibatnya. hehehe).
Ada apa gus.,? Jawabku kethus.
Jangan kethus donx., aku minta maaf soal tadi  ea..,?
Yang mana.,?
Tadi., pas arek-arek alias anak-anak pada ngliatin kamu.
Sampeankan gak salah., kenapa minta maaf..,?
Ea kan gara-gara aku manggilin kamu trus kamu di cubit ma nurma dan akhirnya kamu jadi berteriak.,?!
Itukan salahku., karena aku berteriak. Coba kalau aku nggak teriak pasti mereka tidak akan terganggu.
Oh ea., bukan itu yang mau aku bahas.
Aku hanya melihat gus ali dan tak berkomentar apa-apa.
Sebentar lagi kan aku mau ujian., aku mau minta do’a ma kamu moga ujian bisa berjalan dengan lancar lanjutnya. (sebenarnya gus ali adalah kakak kelas aku di sekolah pagi dan dia sudah kelas tiga).
Kok mintanya sama aku gus.,?
Kamu tau gak., siapa cewek yang ada di fotho ini..,? Ucap gus ali sambil memperlihatkan fotho yang ia bawa ke arahku. Aku hanya bergeleng.
Coba kamu lihat.,, fotho itu semakin dekat dengan tempat dudukku. Setelah aku perhatikan aku sedikit kaget karena orang yang di fotho itu sedikit mirip denganku.
Ini adalah fotho sahabat aku. Dia yang selalu ngasih surpot ke aku sewaktu aku down. Tapi sekarang dia sudah tiada, dia tidak akan kembali karena Allah telah memanggilnya kembali padaNya.
Mendengar cerita gus ali aku jadi pengen tahu lebih lanjut tentang cewek yang mirip denganku itu.
Dia siapanya sampean gus.,? Dengan keberanian yang ekstra aku bertanya seperti itu.
Gus ali senyum kecil sambil melihat fotho itu., Dia sahabat terbaikku. Setelah berkata seperti itu dia kembali melihatku. Dalam hatiku berkata apakah gus ali baik padaku karena aku mirip pada sahabatnya dan dia gak benar-benar baik padaku. Subhanallah.,, kenapa aku su’udzon..??!!.
Heyyy..?! Sentak gus ali
Aku gelagapan bukan kepalang Setelah bangun dari lamunanku.
Kok malah ngelamun..? Aku sudah di sini jangan di lamunin. Canda gus ali.
Siapa juga yang ngelamunin sampean., PD banget. Jawabku kethus.
Selama aku ngobrol dengan gus Ali ternyata dari tadi aku ngobrol dengan gus ali ada dua mata yang menatap kami dengan pandangan yang tak enak.  Riki., sepertinya dia tak suka. Sesaat kemudian dia menggederkan meja dan pergi meninggalkan kelas. Arek-arek pun juga sudah banyak yang meninggalkan kelas karena ternyata ustadz Fauzan tidak dapat hadir karena ada kepentingan lain yang tidak bisa di tinggalkan.
Zaa., ayo pulang.,? Ajak mbk nurma sambil menyenggolku.
Oh azow mbk.,
Kami berduapun pergi meninggalkan gus ali dan ruang kelas.
Malamnya setelah usai kegiatan aku teringat fotho dan kata-kata gus ali. Perasaan yang tadi muncul kembali., perasaan su’udzon. Apa mungkin gus ali baik denganku karena aku mirip dengan sahabat karibnya.,? Astagfirullahal ’adzim., aku terbangun dari lamunanku dan segera mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat 2 rekaat. Dalam  shalatku aku berdoa pada Allah agar dihindarkan dari sifat-sifat jelek termasuk su’udzon. Dan setelah selesai shalat aku mengambil al Qur’an., aku baca al Qur’an untuk penenang hatiku yang telah gundah agar kembali kejalan Allah.
Pagi harinya aku berangkat sekolah dengan hati yang tenang, aku dan teman-temanku mendengarkan pelajaran dengan seksama.
Teeeetttt….!!! Teeeetttt…!!
Bel berbunyi tandanya jam belajar pada jam per tama telah usai.,
Zaa., kamu mau ke kantin apa mau pulang kepondok.,? Tanya liana.
Kamu mau kemana.,?
Nie bocah di tanya malah balik nanya.,?! Aku mau ke kantin coz laper.., heee
Bukannya tadi dah makan..,?!
Udah laper lagi say..??!! J ikut ja yuck..?? Ajak liana.
Gak ahh aku masih kenyang aku di kelas aja. Tolakku pada ajakan liana.
Uxey.,, duluan ea say dah laper banget nie..,
Huuu..,?!
Sebelum liana meninggalkanku kami berdua sempat tertawa bersama dan akhirnyapun liana menghilang di balik pintu kelas.
Assalamualikum., sapa seorang laki-laki kepadaku.
Wa’alaikumsalam., jawabku. Aku benar-benar kaget ternyata yang mengucapkan salam bukan lain adalah gus ali. Entah datang darimana tiba-tiba gus ali sudah berada di depanku saat aku tengah asyik membaca buku.
Zaa., kamu tahu gak kenapa kemaren aku liatin fotho temenku ke kamu. Tanpa bosa basi Gus ali memulai pembicaraan.
Aku menggelengkan kepala sebagai tanda aku tak tau apa maksud gus ali.
Gus ali tersenyum dan duduk di bangku yang ada di sebelahku.
per tama kali aku liat kamu aku benar-benar kaget., aku kira kamu adalah temanku. Tapi ternyata orang lain yang mirip dengannya. Jujur aku seneng aku bisa kenal denganmu., kau benar-benar membuat aku tersihir. Cerita gus ali.
Maaf gus aku bukan penyihir.,?! Candaku.
Kamu nie ada-ada aja zaa?
Gus Ali kan yang ngajak bercanda.., jawabku sambil tersenyem kecil
Iya sie.,, hehehee
Gus Ali gak belajar..,??
Belajar.,, males ahh..,?!
Bukannya sebentar lagi mau ujian..??
Iya sie.,, tapi tau sendirikan aku kyak apa.
Kenapa tak mencoba memperbaiki ndiri gus..?? maaf gus lw aku lancang. Ucapku pada gus Ali sembari menundukkan kepalaku.
Heheheee..,, gus Ali menertawakanku.
Ea udah ea zaa., aku pergi dulu. Tanpa persetujuanku gus Ali pergi begtu saja meninggalkanku.
Sore itu kita tidak ada kegiatan apa-apa karena hari jum’at. Aku dan liana pergi ke sawah untuk melihat kesuburan dan keindahan pemandangan gunung merapi dan merbabu yang tampak dari kejauhan. Padi yang hijau serta angin sepoi-sepoi mengeringi langkah kami.
Mau jalan-jalan juga mbk.,? Terdengar suara kang santri yang menyapa kami. Suara itu sepertinya tak asing bagi telinga kami.
Eehhh kang riki., iya nie kita mau jalan-jalan menikmati suasana yang sejuk ini.,?! Sampean sendiri mau kemana..,? Jawab liana.
Ini mau ke gubug., kebetulan temen-temen dah pada di sana.
Ooo., ea udah kang kita mau ke sana dulu ea.,? Ucap liana sambil menunjuk ke gubug kecil tak jauh dari sungai. Biasanya gubug ini biasa di buat tongkrongan mbk-mbk., kalau kang-kang tongkrongannya di gubugnya abah yai. Suasananya lebih indah dari pada tongkrongan mbk-mbk., gubugnya mbk-mbk hanya bisa buat ngiliat pemandangan dan keindahan sawah serta gunung karena gubug itu milik orang kampung. Tapi gubug yang di tempati kang-kang selain dapat melihat pemandangan, mereka juga bisa menikmatinya sambil makan buah atau memetik buah. Karena di kebun abah yai di tanami buah-buahan oleh kang-kang. Biasanya kalo pas hari minggu pagi giliran mbk-mbk yang memetik buahnya. Sebagian untuk mbk-mbk sendiri dan sebagian untuk ndalem. Tapi metiknya juga gak boleh banyak-banyak sekiranya saja.
Lin., pulang yuck dah hampir magrib.,? Ajakku.
Azow., tapi bentar lagi ea biar kng-kang lewat dulu., hehehe
Hemmm.,?! Kebiasaan buruk selalu di pupuk.,?!
Sekali-kali cuci mata., mumpung cuma kita berdua yang di sini.
Ntar lw mpe magrib belum lewat-lewat gimana.,? Bisa kena takzir kita.
Tenang aja dech kamu., gak bakalan mpe magrib ox.
terserah kamu dech.
Ehm.,?! Terdengar suara seorang laki-laki dari belakan kami. Kami terkejut bukan kepalang bukan karena dehemannya tapi yang dehem. Jam segini kok masih disini Lin, Zaa.,? Tanya laki-laki itu yang tak lain adalah lurah pondok pesantren dimana kita menimba ilmu.
Anuu eee..,, ucap liana terbata-bata. Cowok berbadan tegap tinggi bak abri itu terus memandangi kami.
Anuu apa.,? Ini kan dah hampir magrib dan kalian harus sudah pulang.
Iya ustadz., ini juga dah mau pulang. Jawabku sekenanya. Selain lurah pondok dia juga ustadz lho.,?! Kita berdua langsung pergi meninggalkan gubuk dan pak ustadz yang masih berdiri tegap di tempatnya.
Hatiku berdebar tak karuan dan badanku panas dingin karena teguran yang tadi dilontarkan pak lurah.,, pikirankupun ikut melayang jangan-jangan nanti aku kena takzir karena ulahku dan liana. Lin, apa kamu gak takut..,?? tanyaku sambil berjalan.
Takut apa zen..,?? jawab liana
Ihh kamu ini..,,,, lupa ea kalo yang negur tadi orang nomor satu di pesantren ini..,?! jawabku ketus.
Ea gak lupa atu neeenngg..,,, lagian ngapain dipikirin dalem-dalem sie. Kan setiap manusia punya salah dan dosa..,?!
Iya..,, tapikan...,,,
Ssstttt......!!!  jangan brisik kita dah nyampe pondok.
Iya iya..,?! jawabku sambil meninggalkan liana menuju tempat wudhu
                                                ................................................................
Pagi harinya seperti biasa Aku dan Liana berangkat sekolah bersama., Tiba-tiba dari belakang terdengar suara yang mengagetkan kami berdua.
AzZaaa....,,!!!!
 Kami berdua serempak menoleh kesuber usia.,, ternyata yang teriak barusan adalah Aziz teman sekelas kami.
Aziiiizzz....!!! semprot Liana balik.
Biasa ja kalii..,,,?! Semprot Aziz tak mau kalah dengan Liana.
Ada apa sie Ziz, pagi-pagi kok dah teriak-teriak. Ntar lw denger pak Yai bisa berabe lho..,?! ucapku menengahi mereka berdua. Memang mereka berdua ibarat tikus ma kucing. Xixixii
Nie dapet titipan dari my best plend..,?! jawab Aziz sambil menyodorkan sebuah kertas kecil yang dibalut amplop kecil sehingga mempercantik penampilannya.
Apa itu..,?? tanyaku.
Gak tau tu apa isinya.,, yang penting diambil saja.
Lin., gimana..??? tanyaku pada Liana
Ambil aja Zaa.., jawab liana
Tapiii....,,,,,,
Gak usah tapi-tapi..,?! seketika itu juga Liana mengambil kertas itu dari tangan Aziz.
Kami duluan ea Ziz..,?! teriak Liana sambil menggeret tanganku meninggalkan Aziz yang masih termangu dengan tindakan Liana.
Sesampai dikelas kami duduk dibangku kami masing-masing.
Nie..,, sesampai dikelas Liana menyodorkan kertas tak berdoa itu padaku.
Kau sie gak  sopan Lin.,, brontakku sambil nerima kertas berwarna pink dari tangan Liana.
Abis amu.,, apa susahnya sie tinggal ngambil. Lw lama-lama ntar ketahuan pak lurah or pak yai gimana..?? kamu mau..??? sentak Liana
Ea gak mu sie.,, kalo ketahuan beliau bukan Cuma satu kasus tapi dua kasus sekalian. Jawabku membenarkan ucapan Liana.
Tu pinteerrr....?!
Lin.,,
Iya da pa..,??
Aku kok agak lemes ea.,?!
Knapa..,?? masalah kemaren sore..???
Nggak sie.,,
Trus apa say..,??
Gus Ali..,,
Ada apa dengan gus Ali..,?? kamu suka ma gus ali..,??
Aku hanya menanggapinya dengan senyuman.
Hayooo....,,, ketahuan kamu.,?! kenapa kamu gak ngomong langsung..,??
Ogahlah Lin.,, pean kan tau ndiri gimana gus Ali. Walau dia gus tapi kelakuannya....
Udah gak usah diteruskan aku juga tau kok..?! Serobot Liana.
Aku juga gak pengen ganggu dia Lin.,, bentar lagi dia kan mau ujian.
Ow ea say.,, aku baru inget. Denger-denger setelah ujian gus Ali disuruh pak yai tuk nyantri di Banyuwangi.
Oh ea..,??? jawabku tak yakin
Denger-denger sie gitu say.,, tapi gak tau gus Alinya mau apa nggak.
Aku hanya manggut-manggut antara percaya dan tidak. Apa bener Gus Ali akan nyantri., padahal gus Ali walau seorang gus dia kan preman sekolah.
                                    ....................................................................
Tak terasa hari yang menegangkan telah dilalui gus Ali, ujian nasional. Selama UN dan setelah UN aku tak pernah melihat gus Ali, padahal sebelumnya dia selalu muncul atau hanya sekedar melintas. Pikiran tak enakpun muncul dalam hatiku, entah perasaan apa yang sedang aku rasakan. Apakah ini yang dinamakan rindu..?? atau hanya sekedar  emosi sesaat..,??
Say dah bel sekolah diniyah tu.,, sekolah yuck..,?! ajak Liana.
Saaayyyyyyy...,,!!!!!!! Bentak Liana yang akhirnya membuyarkan lamunanku.
Ada apa sie Lin kok teriak-teriak..,?
Hemmmm..,, lha wong pean di aja baik-baik juga gak denger ox, malah ngelamun. Hayoo nglamunin capa..,??? gus Ali atau yang ngasih surat waktu itu..,??
Suraatt..,??? tanyaku
Iya.,, surat yang waktu itu Aziz kasih kesampean. Gini nie punya temen banyak fans nya lupa ma temen.
Hehehee..,, gak tau eix Lin suratnya dimana. Jawabku
Ea udah ntar dibahas lagi.,, cepet berwudhu terus sekolah diniah dech. Ayok..,?! ajak Liana.
siapP bosS...,!!!! jawabku dengan meninggalkan Liana menuju tempat wudhu.
Selesai berwudhu aku langsung mengambil jilbab, sambil bergurau aku dan Liana menuju kefasl tercinta. Betapa kagetnya diriku melihat sesosok mata yang tak asing lagi bagiku dengan tajamnya melihat diriku yang amburadul. Seketika akupun malu dan langsung menundukkan kepalaku. Hatiku pun deg-degan tak karuan antara malu dan senang karena kini aku melihat orang yang aku rindu ada satu kelas denganku.
Dengan khidmad kami sekelas bedoa.,,,
Teeeetttt........!!!!!!!! suara bel itu bener-bener mengagetkan kami.
Tak lama kemudian datang kang-kang piket ke kelas kami.
Assalamualaikum.,, salam kang santri.
Waalaikumsalam.., jawab kami serempak.
Kang santri masuk  ke lokal kami dan mendekat ke gus Ali.
Maaf gus sampean ditimbali romo yai..,?! atur kang santri pada gus Ali, gak begitu keras sie tapi seisi kelas mungkin pada mendengarnya.
Pakde manggil aku kang...?? jawab gus Ali meyakinkan.
Iya gus..,,
Tanpa berkata apa-apa gus Ali langsung pergi meninggalkan kelas.
Selang sekitar dua puluh menit gus Ali kembali ke kelas dengan mata yang memerah seperti mau menangis. Kebetulan hari itu ustadz tidak hadir dan arek-arek yang lain juga dah pada pergi meninggalkan kelas. Mungkin cuma ada beberapa santri yang masih disitu termasuk aku dan Liana.
Gus Ali kembali duduk di kursinya terlihat menahan nafas yang sesak. Aku melihatnya walau sesekali. Sebenarnya banyak pertanyaan yang ada dalam hatiku untuk gus Ali. Tapi apa dayaku, aku hanya bisa dam dan pura-pura tak tau.
Zaa.., nanti jangan pulang dulu..?! ucap gus Ali
Seketika aku kaget dan memberanikan diri menjawabnya. Ada apa gus..,??
Nanti aku ceritakan tapi setelah pulang sekolah.
Lin.., tanyaku pada Liana.
Gak pa-pa say..?! Liana tau maksutku kalo aku minta dia menemaniku.
Iya gus..,?!  jawabku pada gus Ali.
Karena sudah jam 3., para santripun meninggalkan kelas tingga aku, Liana dan Gus Ali. Gus Alipun tidak menolak Liana menjadi saksi kita berdua. Karena gus Ali yakin Liana bisa dipercaya.
Zaa.,, tadi pakde memanggilku. Beliau menyuruhku tuk nyantri di Banyuwangi dan mungkin minggu depan berangkat bareng neng Alim (neng alim adalah putri romo yai kebetulan satu kelas dengan gus Ali).
Duerrrrr..,?! hatiku seakan-akan tersambar petir karena baru saja ketemu sudah akan ditinggal lagi tuk waktu yang tak sebentar. Tapi aku berusha tenang didepan gus Ali karena aku merasa aku bukan siapa-siapa gus Ali.
Itu malah bagus gus.,?! jawabku datar.
Terus bagaimana denganmu..,???
Aku gus.,, emangnya ada apa denganku..,?? aku kan masih tetap disini gus.
Zaa.,, apa selama ini kita tidak jumpa kau tak merasakan kangen sedikitpun padaku..,??
Gus.., niat romo yai bagus. Beliau ingin yang terbaik buat sampean. Jawabku mengalihkan pembicaraan
Apa cintaku hanya bertepuk sebelah tangan zaa..,???
Aku hanya diam..,,
Zaa.,, aku benar-benar suka ma kamu sejak pertama kali bertemu. Aku tak bisa menghilangkan bayang-bayangmu di hatiku.
Gus.,, yakinlah setiap niat yang baik pasti akan membuahkan hasil yang baik pula.
Aku tau maksut bicaramu zaa.,, aku akan turuti kata romo yai..,?!
Aku mendukungmu gus..,?!
Gus Ali hanya manggut-manggut dengan muka tetap tertekuk. Aku tau arah pembicaraan gus Ali, tapi tak mungkin aku balas cinta gus Ali walo aku juga suka padanya. Aku takut aku akan menjadi beban buat dia dan menjadikannya tidak betah dipesantren yang sebentar lagi akan menjadi tempat tinggalnya.
Lin,, ayo pulang.,?! ajakku kemudian pada Liana.
Walo aku jauh, aku akan tetap mencintaimu Zaa.,?! langkahku terhenti mendengar pernyataan gus ali. Kau adalah impian dan masa depanku, aku tak tau seberapa besar cintaku padamu yang aku tau Allah menitipkan rasa cinta ini padaku. Lanjut gus Ali
Zaa..,?! ucap Liana
Aku hanya menganggukkan kepala.
Kami berduapun meninggalkan gus Ali yang masih termenung di tempat duduknya. Aku tak berani menatap gus Ali, aku takut kalo airmataku tumpah di depan gus Ali.
.....................................................................................
Akhirnya gus ali setuju tuk nyantri di Banyuwangi, dan hari ini juga dia akan berangkat bersama abah yai dan putri beliau. Berat rasa hati ini ditinggalkan gus ali, tapi siapa aku.,? hatiku berkecamuk, aku tak kuasa menahannya, akhirnya aku putuskan pergi ke belakang pondok tuk menenangkan hatiku.
Zaa.., Zaaa.,, Zaaaa...!!!!
Kamu lin, ada apa.,? kurang kenceng tau.,?!
Abis kamu di panggil gak nyaut-nyaut sie, nglamun aja bawaannya.
Aku galau lin,.
Mikirin Gus ali.,?
Aku hanya bisa menganggukkan kepalaku.
Lw kamu cinta ma gus ali, ngomong donk Zaa ma gus ali. Jangan kamu pendem sendiri, kasian gus ali. Gus ali tu bener-bener suka ma kamu, masak iya kamu tega membuat dia pergi dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan.,?!
Aku takut lw aku membalas cintanya, nanti dia gak betah di pondok lin., aku gak bisa Lin.
Tapi Zaa..,
Nggak Liiinn.,, aku tetap pada pendirianku.
Kamu egois Zaa..,!! sentak liana.
Liana pergi meninggalkanku yang tak kuasa menahan airmata. aku bingung aku harus bagaimana, akhirnya kuputuskan tuk mengambil air wudlu agar diriku bisa lebih tenang. Setelah berwudlu aku shlalat 2 rekaat dan berdoa pada Allah agar diberi jalan yang baik, jika dia jodohku pasti dia akan menjadi milikku.
Mbak AzZaa.,,?!
Panggilan dek Feby (adik dari gus ali) membuyarkan doaku. Iya dek.,
Nie., tangan dek Feby menyodorkan kertas putih yang dilipat rapi padaku.
Ini apa dek.,?
Itu dari mas ali mbak, katanya suruh ngasihin mbak AzZa. Kata mas ali mbak ditunggu ditempatnya bulek.
Ooo iya dek bilangin mas ali ea lw mbak AzZa gak bisa ketempat bulek.
Uxey mbak..,?! feby pulang dulu ea..,
Iya dek.,
Berlahan-lahan aku buka kertas yang tadi diberikan dek feby padaku. Entah kenapa tanganku gemetar dan hatiku berdetak kencang. Aku membaca surat itu dalam hati,
Teruntuk pujaan hatiku
Aqila Zayyinatul Aulia
Assalamualaikum,
Aku tau Zaa, kamu pasti gak mau ketempat bulek tuk itu aku menulis surat ini untukmu. Ketulutasan cintaku tak kan pernah hilang untukmu Zaa,, Aku akan selalu menjaga hati dan cinta yang telah Allah titipkan untukku kepadamu. Suatu saat aku pasti akan mendapatkan jawaban atas kebisuanmu. Aku yakin kau juga punya perasaan yang sama denganku.
Wassalamualaikum wr.wb
Yang selalu mencintaimu
Ali Mahfud
Aku tak tau harus berkata apa, dadaku sesak dan mulutku terkunci. Terdengar suara gaduh di depan pondok. Segera aku melipat mukena yang masih aku kenakan dan menuju kesumber suara.
Ada apa mbak.,?
Gus ali cakep bener mbak pake kemeja kotak-kotak  n celana jin. Jawab mbak Aris salah seorang santri yang ikut berkrumun.
Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya.
Oh ea mbak, kayaknya gus ali bener-bener mau mondok di banyuwangi lho. Soalnya kita tadi ngliat gus ali masukin pakeannya ke bagasi.
Bagus donk mbak.,, berarti gus ali udah dapet hidayah dari Allah..?! Ea udah masuk yuk.,?! ajakku pada santri-santri yang masih CCP (Curi-Curi pandang) di depan pondok. (bukannya cemburu nie, tapi gak enak aja ma abah).
Ntar ahh mbak, sayang kan.,?! hehee
Iya udah lw gitu,,, mbak masuk dulu ea.
Uxey mbak. Eh mbak.,?! lanjut mbak Aris menghentikan langkahku dan dia mendekat padaku.
Mbak gak mau liat gus ali tuk terakhir kalinya.,?
Nanti kan gus ali juga balik lagi mbak.,
Iya sie., tapi apa sampean gak kasian ma gus ali yang begitu mencintaimu mbak.,?
Allah menitipkan cinta itu dihati mbak, tinggal bagaimana kita memeliharanya. Apakah kita akan mengungkapkannya karena Allah atau karena hawa nafsu.
Mbaaakkkk..,?!
Aku hanya tersenyum dan pergi meninggalkan mbak Aris.
Masih pada pendirianmu Zaa..,? tanya Liana sesampai aku masuk kamar
Aku menganggukkan kepala membenarkan ucapan liana dan menyodorkan surat dari gus ali pada Liana. Aku tau Lin, lw aku jujur sekarang pada gus Ali berarti aku hanya akan menuruti hawa nafsu. Aku akan menunggunya apakah dia sanggup mempertahankan cinta yang Allah titipkan padanya atau tidak.,?!
Aku percaya padamu Zaa.,, kau pasti tau yang terbaik.
Makasih Liiinn.,
Dan gus ali pun benar-benar pergi, aku hanya bisa melihatnya dari pondok atas. Airmataku meleleh tak tertahankan, mulutku bertasbih mengagungkan kebesaran Allah. Dalam hatiku terucap “tiada cinta setulus cintamu, tetaplah bertahan gus aku kan menunggumu” 
                                          .......................................................................................
                            to be continue................

Akankah Gus ali kembali untuk meraih cinta AzZa lagi..,???  Ataukah Gus Ali akan kembali membawa cinta yang baru dari pesantren barunya.,??
Tunggu kisah selanjutnya.,,.?! :-)


                                                                                                              ZenMa SyaFta

No comments:

Post a Comment