Monday, July 8, 2013

JAM KARET MERUBAH DUNIA


Waktu sangatlah berharga bagi seluruh elemen manusia. Tanpa adanya waktu tentu kita tidak akan bisa memanage kegiatan kita dalam kurun waktu sehari, dua hari, seminggu, sebulan bahkan bertahun-tahun. Lantas bagaimana kalau kita mengulur-ulur waktu? Akankah kegiatan yang sebelumnya kita playning dapat terlaksana dengan baik?
Seringkali dalam suatu kegiatan pembelajaran, seminar bahkan rapat sekalipun tidak luput dengan yang namanya molor alias jam karet. Al hasil banyak orang yang datang terlambat saat kegiatan dengan alasan “buat apa datang tepat waktu, paling-paling jamnya juga molor”. Kalau sudah seperti ini semua elemen tidak ada yang mau disalahkan dan tidak ada yang mau bertanggungjawab. Padahal semua elemen yang ada didalamnya merupakan orang yang salah dan harus bertanggungjawab. Dengan kemoloran waktu tentunya banyak agenda yang terbengkalai. Namun banyak orang mengabaikan hal ini karena bagi mereka jam karet sudahlah membudaya dan mengakar sehingga sulit untuk dihilangkan. Dapat dilihat rapat anggota dewan yang seharusnya dimulai jam 09.00 berubah menjadi jam 10.00, dan rapatpun tentu akan selesai tidak tepat dengan waktu yang telah ditentukan. Sehingga sebelum rapat paripurna banyak dijumpai orang-orang berlalu lalang ijin meninggalkan rapat dengan alasan ada kegiatan lain yang juga lebih penting dan tidak bisa ditinggalkan. Dengan demikian tentu hasil rapat itu tidak akan maksimal. Dampaknya bukan hanya dalam satu organisasi itu saja, tapi berdampak bagi semua elemen termasuk rakyat.

Budaya semacam ini seharusnya dihapuskan dari bumi pertiwi. Apabila terus dibiarkan tentu akan memberi dampak buruk bagi perkembangan budaya Indonesia selanjutnya. Budaya jam karet bisa dihapus mulai dari hal-hal yang kecil seperti, makan tepat waktu, masuk kelas tepat waktu, shalat tepat waktu dll. Hal-hal kecil semacam ini sering kali diabaikan, padahal hal-hal yang besar berangkat dari hal-hal yang kecil.

No comments:

Post a Comment